You are here:: KESAKSIAN PENGLIHATAN DI NERAKA
 
 

PENGLIHATAN DI NERAKA

Surel Cetak PDF

PENGLIHATAN DI NERAKA

Mat 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada–Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa–Ku yang di sorga. 22  Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada–Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama–Mu, dan mengusir setan demi nama–Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama–Mu juga? 23  Pada waktu itulah Aku  akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada–Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Saya diberi penglihatan ketika saya dalam keadaan sadar dengan mata terbuka, sewaktu saya berada di ruang ICU National Hospital Singapore (NUH) ketika itu jam 20.00 (delapan malam) saya melihat seperti film yang diputar di korden jendela rumah sakit. Dalam penglihatan itu saya sangat terkejut karena melihat neraka. Banyak hamba Tuhan yang sudah bertugas melayani sebelum saya, dibakar di tempat itu. Inilah yang membuat saya sangat terkejut karena melihat neraka. Dan saya tidak tahan ketika melihat pemandangan itu. Saya melihat aktivis-aktivis gereja dan para penyumbang dana untuk pekerjaan Tuhan yang sudah meninggal dunia ada di neraka sedang dibakar dengan api. Padahal para hamba Tuhan yang saya lihat itu sudah menyampaikan firman dan melakukan KKR di mana-mana. Tidak terlintas dalam pikiran saya bahwa mereka tidak masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Tuhan berkata: “Untuk apa kamu memiliki seisi dunia tetapi kamu binasa.”

Kemudian saya melihat seratus orang sedang antri membeli minyak, namun hanya lima orang yang mendapatkan minyak dan hanya merekalah yang bisa menerangi rumahnya. Dan di dalam rumah kelima orang itu bisa diadakan puji-pujian dan penyembahan kepada Tuhan, tetapi yang kesembilan puluh lima lainnya keadaannya gelap sekali, hanya ada satu tangisan, ratapan dan rintihan. Anehnya selama 15-20 menit penglihatan itu tidak ada petugas masuk ke ruang saya sebagaimana biasanya. Saya juga merasakan seperti Tuhan ada di samping saya. Tuhan sedang berbicara dengan saya dan mengingatkan firman-firman-Nya. Saya mengakui, saya memang pemberontak. Seringkali Tuhan memerintah saya dan saya tidak mau karena saya tidak suka dengan pendetanya, atau doktrinnya. Tetapi Tuhan mengatakan: “Kamu bukan melayani manusia tetapi melayani Aku,” 

Mulai saat itu jalan pikiran saya berubah setelah keadaan itu. Namun penglihatan tersebut membuat saya timbul belas kasihan kepada pelayan-pelayan Tuhan, apakah kita bisa masuk atau ditolak di Kerajaan Allah nantinya. Akhirnya saya berkata kepada Tuhan: “Beri saya kekuatan sampai garis akhir dan saya akan menyaksikan penglihatan ini kepada umat-Mu dimanapun saya melayani.Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.  (Kis 20:24)

February 21, 2006

Pdt Alex Iranata